Rabu, 01 Agustus 2012

:: STORE ATMOSPHERE ::




Store Atmosfer adalah kegiatan mendesain lingkungan toko yang menarik dan memberikan kesan bagi konsumen. Cara mendesain lingkungan yang menarik dan memberikan kesan bagi konsumen adalah dengan cara melakukan komunikasi visual, pencahayaan, warna, music dan aroma (bau-bauan).

Empat elemen store atmosfer:


1.      EXTERIOR.
a.   Storefront.
Storefront adalah bagian depan dari sebuah toko. Bagian depan dari sebuah toko didesain sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat bagi konsumen untuk masuk ke dalam toko dan kemudian melakukan pembelian.
·         Modular struct
Modular struct adalah bangunan toko yang berbentuk kontak.
·         Prefabricated struct
Prefabricated struct adalah bangunan toko yang berada pada satu lokasi dengan pabrik.
·         Prototype.
Prototype adalah bentuk bangunan toko yang dijadikan sebagai “sampel” oleh franchisor. Store atmosphere nya sudah  termasuk dalam perjanjian franchise.
·         Unique building desain.
Unique building desain adalah bentuk bangunan toko yang unik. Bentuk bangunan toko yang unik ini akan membuat toko berbeda dengan toko yang lain. Beberapa hal seperti air mancur, taman dan tanaman juga dapat ditambahkan di depan toko.
b.   Marquee
Marquee adalah suatu tanda yang terletak di depan toko yang memberikan ciri khas tersendiri bagi toko. Marquee yang berbeda dengan toko yang lain akan menarik dan mengundang perhatian konsumen untuk masuk ke dalam toko. Tanda pada marquee adalah tulisan, logo toko. Marquee dapat dibuat dengan menggunakan teknik pewarnaan, tulisan serta dapat juga menggunakan lampu neon.
c.   Entrances
·         Jumlah pintu masuk.
·         Jenis pintu yang digunakan.
·         Lebar pintu masuk
d.   Height and size of building
e.   Uniquness.
f.    Surrounding Stores.
g.   Surronding Area
g.   Visibility
h.   Parking.
i.    Congestion.

2.      GENERAL INTERIOR.
a.   Flooring
b.   Colors
c.   Lighting
d.   Fixtures/perabotan toko.
e.   Wall texture
f.    Temperatur
g.   Scents
h.   Sounds
i.    Width of aisle.
j.    Dead areas.
k.   Personal.
l.    Dressing facilities
m.  Vertical transportation
n.   Self service.
o.   Technology/modernisation
p.   Merchandise.
q.   Prices (level and display)
r.    Cash register places
s.    Cleanliness.

3.      STORE LAYOUT
a.   Allocation of floor space to selling, merchandise, personel and costumer.
·         Selling space
·         Merchandise space.
·         Personal space.
·         Costumer space.
b.   Product grouping.
·         Functional product grouping
·         Market segmen grouping.
·         Purchase motivation product groupings
c.   Traffic
·         Straight (griddion) traffic flow.
·         Curving

4.      INTERIOR (POP DESIGNS)
a.   Assortment
b.   Theme setting
c.   Ensemble
c.   Racks and cases.
d.   Cut cases and dump bins.
e.   Poster, sign and cards.

Rabu, 20 Juni 2012

:: 10 KARAKTERISTIK KONSUMEN INDONESIA (2) ::




Ada 10 Karakteristik konsumen Indonesia :

1.          Memiliki pola pikir jangka pendek.
              Pola pikir adalah hal dasar bagi seseorang dalam membuat keputusan. Keputusan yang diambil akan memberi pengaruh dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Pola pikir jangka pendek hanya memperhatikan manfaat dalam jangka waktu pendek saja. Oleh karena itu, produk-produk instan laku di pasar Indonesia.
2.           Tidak  memiliki perencanaan.
              Konsumen Indonesia tidak memiliki perencanaan dalam hidup mereka termasuk dalam membuat perencaan dalam berbelanja. Perencanaan dalam berbelanja dapat diwujudkan dalam bentuk daftar belanjaan. Daftar belanjaan ini mengurangi pembelian yang tidak direncanakan. Oleh karena itu, konsumen Indonesia rata-rata sering melakukan pembelian barang-barang yang tidak direncanakan sebelumnya.


3.           Cenderung berkelompok dan suka berkumpul.
              Konsumen Indonesia memiki kecenderungan suka berkelompok dan berkumpul.  Saat berkumpul dan berkelompok akan timbul pembicaraan. Dalam pembicaraan tersebut akan menimbulkan efek words of mouth. Efek words of mouth akan menimbulkan kemungkinan ada konsumen baru dari konsumen yang terpuaskan. Dari konsumen yang terpuaskan akan menimbulkan repeat orders.

4.           Tidak adaptif dengan teknologi baru.
               Survey yang dilakukan oleh Frontier pada tahun 2010 ini menyatakan bahwa konsumen Indonesia tidak adaptif terhadap teknologi. Fasilitas M-Banking dan Internet belum digunakan secara maksimal. Fasilitas M-Banking dan Internet yang sudah ada di dalam ponsel yang digunakan oleh konsumen Indonesia namun belum digunakan secara maksimal.


Jumat, 15 Juni 2012

:: 10 KARAKTERISTIK KONSUMEN INDONESIA (1) ::




Retailing adalah kegiatan  menjual barang atau jasa kepada KONSUMEN AKHIR. Konsumen akhir tersebut tidak menggunakan barang atau jasa yang sudah dibelinya untuk kegiatan bisnis (dijual kembali).



Kegiatan retail ini dilakukan oleh manufakturer maupun retailer. Oleh karena itu baik manufakturer maupun retailer hendaknya memahami bagaimana karakteristik konsumennya.


Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Indonesia harus menjadi pasar bagi orang Indonesia sendiri. Penjualnya adalah orang Indonesia. Konsumennya bolehlah konsumen luar negeri namun KONSUMEN UTAMA-nya harus orang Indonesia.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang banyak. Jumlah penduduk yang banyak ini menguntungkan bagi siapa yang menguasai pemasaran. Menjadi pemenang  dulu di pasar dalam negeri baru kemudian terbang ke pasar luar negeri.



Untuk memenangkan pasar, baik manufakturer mau retailer harus berorientasi pada konsumen. Kepuasan konsumen Itu kuncinya. Memenangkan pasar itu berbicara tentang target jangka panjang. Jika konsumen puas maka akan menimbulkan repeat order dan efek word of mouth pasti akan terjadi.


Untuk memenangkan pasar Indonesia maka manufakturer maupun retailer harus memahami bagaimana karakteristik konsumen Indonesia.


10 karakteristik konsumen Indonesia :
  1. Memiliki pola pikir jangka pendek.
  2. Tidak memiliki perencanaan.
  3. Cenderung berkelompok dan suka berkumpul.
  4. Tidak adaptif dengan teknologi baru.
  5. Fokus pada konten bukan pada konteks
  6. Menyukai barang-barang produksi luar negeri.
  7. Semakin memperhatikan masalah keagamaan.
  8. Suka pamer dan gengsi.
  9. Tidak banyak dipengaruhi oleh budaya lokal.
  10. Kurang mempedulikan lingkungan


10 karakteristik konsumen Indonesia ini merupakan hasil survey sebuah lembaga survey di tahun 2010.   Beberapa hal sudah bergeser tentu saja dan semoga akan terus bergeser ke arah yang lebih baik.

Misalnya pada point ke empat. Konsumen Indonesia sudah melek dengan teknologi. Perangkat seluler hampir semuanya sudah terkoneksi dengan internet. Jumlah pengguna perangkat seluler Indonesia pun sudah mencapai 60% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.

Semoga saja, point ke 6 pun akan segera bergeser menjadi KONSUMEN INDONESIA BANGGA PRODUKSI DALAM NEGERI




|| SANDAL 10. 000 DESAIN, WELCOME FOR RESELLERS, Investasi Reseller Mulai 50rb Saja, GARANSI UANG KEMBALI, TANPA MINIMAL ORDER, PASTI LAKU (Insya ALLAH), 08572 650 9 443||

Sabtu, 26 Mei 2012

:: MACAM - MACAM RETAIL ::




Retail (usaha perdagangan kecil) adalah bisnis yang akan tetap menjadi bisnis yang menarik sepanjang masa dengan tingkat pertumbuhan tak terbatas.

Retail adalah kegiatan jual beli baik barang maupun jasa secara langsung kepada konsumen. Konsumen yang membeli barang atau jasa tersebut akan langsung menggunakannya (bukan untuk kepentingan bisnis).



Ada 3 macam retailing yaitu store retail, non store retail dan retail organization 

  1.  1.         Pengecer toko (retailing stores)
                 Ada 8 macam pengecer toko:
    a.       Toko khusus (Specialty Store)
    Toko khusus adalah toko yang menjual jenis barang tertentu dengan berbagai macam variannya dengan jumlah persediaan barang dagangan yang cukup. Hal ini membutuhkan pengelolaan barang dagangan (warehousing)
    Misal : toko buku, toko alat olah raga, toko kue, toko sepatu.
    b.      Toko kelontong (Convenience Store)
    Toko kelontong adalah toko kecil yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, makanan dan minuman kecil serta koran. Toko kelontong terletak di dekat pemukiman penduduk.
    Misal: Indomaret, Alfamart, Circle K
    c.       Toko swalayan (Supermarket)
    Toko swalayan adalah toko yang  yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Toko ini memiliki luasan 400 m2 s/d 5000 m2.
    Misal : Super Indo, Giant, Sri Ratu
    d.      Toko Serba Ada/Pasaraya (Department Store).
    Toko serba ada adalah toko serba ada juga menjual pakaian, peralatan rumah tangga., mainan, kosmetik, peralatan berkebun, peralatan olah raga, alat tulis, perhiasan, peralatan bayi, kebutuhan hewan dll. Toko serba ada biasanya adalah merupakan toko jaringan (chain) yang tersebar di beberapa kota di beberapa negara.
    Misal : Matahari Departemen Store, Ramayana.

    e.       Toko Super (superstore)
     (1)                                    
    Toko Kombinasi/Combination Store;
    Toko kombinasi adalah toko retail yang merupakan kombinasi antara department store dan general store. General store adalah toko kecil yang menjual makanan pokok yang digunakan sebagai sumber energy (roti dan susu) dan juga berbagai perkakas rumah tangga dan alat-alat elektronik. Persediaan barang yang ada di toko disuplai dari gudang secara rutin (sesuai dengan order). Walau sama-sama barang-barang persediaan disuplai dari gudang secara rutin namun general store berbeda dengan convenience store. Perbedaan antara keduanya adalah pada letak general store tidak selalu berdekatan dengan pemukiman penduduk.  General store merupakan sebuah toko chain (jaringan).

    (2) Hypermarkets
              Hypermarket adalah toko retail yang memiliki luas 4650 m² - 18,600 m². Toko ini berbentuk bangunan berbentuk kotak yang terpisah dari bangunan lainnya dengan lahan parkir yang luas. Hypermarket biasanya terdiri dari satu lantai dengan atap tinggi yang terbuat dari stainless stell. Toko ini menjual berbagai barang seperti yang ada di department store dengan jumlah persediaan barang yang lebih banyak. Margin keuntungan yang diambil toko super lebih rendah.
    Misal : Makro, Lotte Mart
    f.       Toko diskon (Discount Store)
    Toko diskon adalah toko yang termasuk dalam jenis department stores. Toko diskon memberikan margin yang rendah dengan volume penjualan yang lebih tinggi.
    Misal: Wall-Mart
    g.      Toko potongan harga (Off Price Store)
    (1)   Factory Outlet;
    Dahulu Factory Outlet adalah toko retail yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan manufaktur. Barang-barang yang dijual di toko ini adalah barang-barang sisa produksi, barang-barang yang sudah tidak diproduksi lagi atau barang-barang non regular. Namun sekarang, Factory Outlet adalah toko retail yang menjual berbagai macam produk bermerk dan tidak lagi hanya dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan manufaktur.
    Contoh: Stockwell, Cosmo
    (2)   Independent Off Price
    Independent Off Price
    adalah toko yang dimiliki oleh divisi perusahaan atau pihak lain. Toko ini menjual barang-barang out of seasons, barang-barang sisa produksi, tentu saja dengan harga yang lebih rendah daripada toko retail yang lain.
    (3)   Klub Gudang (Warehouse Club)/Klub Grosir (Wholesale Club)
    Toko ini menjual barang kepada retailer-retailer lain, industrial, commercial, institusi atau professional user yang lain atau kepada pihak lain yang bertindak sebagai agen atau broker yang menjualkan kembali kepada pihak lain dengan jumlah yang besar. 
    h.      Katalog show room (Catalog Show Room)
    Katalog show room adalah toko retail yang menjual berbagai peralatan rumah tangga dan pribadi serta perhiasan. Tidak seperti toko retail yang lain,  sebagian besar barang dagangan tidak didisplay.
    2.         Pengecer non toko (nonstore retailing).

    1.         Penjualan langsung (Direct Selling).

    a. Penjualan satu-satu (one to one selling)
    Sistem penjualan langsung dimana wiraniaga                   mendatangi konsumen satu persatu.

    b.         Penjualan satu ke banyak (one to many/party selling).
    Sistem penjualan langsung dimana wiraniaga mendatangi ke rumah salah satu konsumennya. Salah satu konsumen ini mengundang beberapa teman untuk mengadakan party dirumah konsumen tersebut. Di party ini wiraniaga mempromosikan dan menawarkan lalu kemudian membuat penjualan.

    c.         Pemasaran bertingkat/jaringan (Multi Level Marketing).
    Sistem penjualan langsung dimana perusahaan merekrut distributor. Distributor merekut sub distributor. Subdistributor merekrut orang lagi untuk kemudian menjualnya langsung kepada konsumen akhir.  Selain mendapat potongan harga, setiap lini pemasaran yang ada di Multi Level Marketing juga mendapat serta harus menutup point pada titik tertentu.

    b.         Pemasaran langsung (Direct Marketing)
    Sistem pemasaran yang dahulu dilakukan dengan menggunakan surat atau katalog sudah beralih menjadi pemasaran dengan menggunakan email, telemarketing dan melalui televisi (progam homeshopping, infomercial) serta melalui internet.

    c.         Penjualan otomatis (Automatic Vending)
    Sistem penjualan ini menggunakan mesin penjual otomatis. Mesin penjual otomatis ini diletakkan di pabrik, toko eceran besar, pusat layanan publik,  Mesin penjual bekerja selama 24 jam.

    d.         Jasa Pembelian            (Buying Servise)
    Penjualan non retail yang melayani konsumen khusus. Konsumen khusus yang biasa dilayani adalah karyawan organisasi-organisasi besar seperti perusahaan, sekolah, rumah sakit. Para karyawan organisasi besar ini menjadi anggota jasa pembelian dan berhak membeli barang dari retailer-retailer yang sudah dipilih dan mendapat diskon tertentu sesuai dengan persetujuan.
    3.         Organisasi Pengecer (Retailer Organization).
    1.         Jaringan Toko Koorperat (Coorporate Chain Store)
             
      Dua gerai atau lebih yang biasanya dimiliki dan dikendalikan, dengan melakukan pembelian dan perdagangan terpusat, dan menjual lini barang yang sejenis. Ukuran toko besar memungkinkan toko jaringan korporat tersebut memiliki persediaan barang dalam jumlah besar dan menjual barang dengan harga yang lebih rendah, serta mampu memperkerjakan ahli-ahli korporat untuk melakukan tugas-tugas penetapan harga, promosi, perdagangan, pengendalian persediaan, dan perkiraan penjualan.
    2.         Jaringan Sukarela (Voluntary Chain)
             
      Sebuah asosiasi yang merupakan bagian independent dari bisnis retail yang lebih besar. Jaringan sukarela melakukan kegiatan pembelian, advertising dan kegiatan manajemen lain secara kolektif. Jaringan sukarela ini kemudian membagikan barang-barang yang dibelinya kepada anggotanya dengan harga yang lebih murah.

    3.         Koperasi Pengecer (Retailer Cooperatif)
    Koperasi pengecer adalah salah satu jenis retail yang anggota-anggotanya terdiri dari pengecer-pengecer kecil independen. Koperasi pengecer ini melakukan pembelian secara terpusat dan promosi bersama. Bentuk dari koperasi pengecer misalnya adalah toko grosir, toko obat dll.

    4.         Koperasi Konsumen (Consumer Cooperatif)
             
      Koperasi konsumen mirip seperti koperasi pengecer. Jika koperasi pengecer dimiliki oleh pengecer besar maka koperasi konsumen ini dimiliki oleh anggotanya sendiri dimana tujuan berdirinya koperasi berdasarkan aspirasi para anggota


    5.         Organisasi Waralaba (Franchise Organization)
              
     Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian Waralaba. 


    6.         Konglomerat Perdagangan (Merchandising Conglomerat)
    Konglomerat perdagangan adalah perusahaan besar yang berbentuk bebas. Konglomerat perdagangan ini menggabungan beberapa lini dibawahnya yang berbentuk ritel dengan fungsi ditribusi dan manajemen terpusat.


     
|| SANDAL 10. 000 DESAIN, WELCOME FOR RESELLERS, Investasi Reseller Mulai 50rb Saja, GARANSI UANG KEMBALI, TANPA MINIMAL ORDER, PASTI LAKU (Insya ALLAH), 08572 650 9 443||



Selasa, 22 Mei 2012

:: 8 MACAM PELUANG USAHA ::




Pebisnis adalah salah satu profesi orang yang menyandang gelar "kaya".


Kaya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mempunyai banyak uang (harta dsb). Ini definisi kaya harta. 

Kaya menurut orang bijak adalah orang yang kaya pikiran, kaya hati. Kekayaan pikiran dan kekayaan hati inilah yang menyebabkan orang menjadi kaya dalam hidupnya.

Bisnis adalah sebuah urusan yang melibatkan tangan yang terus bekerja, kaki yang terus berjalan dan mulut yang senantiasa berdoa dan terus bersyukur. Rezeki halalnya orang beriman dan bertakwa itu namanya.

Ada 8 macam alternatif aktivitas bisnis yang  bisa dipilih:

(1) Pertanian
Misal : petani sayuran organik, petani buah, petani kelapa sawit

Indonesia adalah negeri yang tanahnya subur. Tanah yang subur ini adalah modal. Tanaman apapun jika ditanam di Indonesia akan tumbuh subur. Tentu saja tanaman yang ditanam harus sesuai dengan karakteristik tanaman tersebut.



(2) Produksi bahan mentah.
Misal : industri pengolahan sumber daya alam dll
Indonesia lagi-lagi adalah negara yang melimpah sumber daya alam. Sayangnya, oleh pemerintah sumber daya alam yang merupakan aset luar biasa ini justru diberikan kepada investor asing.


(3) Pabrik/manufaktur.
Misal : industri garmen, industri pengolahan biji besi

Manufaktur adalah mengubah raw material menjadi bahan jadi. Bisa juga mengubah half material menjadi barang jadi. Tentu saja proses perubahan ini memiliki tujuan agar menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

(4) Konstruksi
Bisnis konstruksi adalah bisnis yang membangun sarana dan prasarana. Bisnis ini pada umumnya dinahkodai oleh manager proyek, arsitek dan insinyur desain.

(5) Usaha perdagangan besar dan kecil.

Misal : toko grosir, specialty store, MLM, direct business dll.

Usaha perdagangan besar dan kecil adalah bisnis yang merupakan jalur distribusi bisnis manufaktur. Bisnis ini adalah bisnis yang tetap menjadi pilihan. Jika modal menjadi kendala maka bisnis ini adalah salah satu pilihan untuk memulai bisnis dari nol. Tanpa modal pun bisa. Bisnis ini bisa dimulai dengan meminjam barang orang kemudian minta ijin untuk menawarkan (menjualkan) barang tersebut.  

(6) Usaha transportasi dan komunikasi
Misal : usaha rental mobil dan bus, usaha maskapai penerbangan.

Bisnis ini masih menjanjikan selama orang masih butuh untung moving, melakukan perjalanan dengan menggunakan alat transportasi.

(7) Usaha financial, asuransi dan real estate
Misal : Adira dan usaha pembiayaan yang lain, Manulife, Axa, developer real estate dll

(8) Jasa
Misal : jasa laundry, jasa potong rambut dll

---


Dari ke 9 tersebut di atas, usaha perdagangan besar dan kecil adalah pilihan bisnis yang paling banyak diminati. Bisnis ini ketemunya sama uang cash. Uang dari konsumen di terima cash namun mungkin pembelian ke suplier tidak dalam bentuk cash (tempo). 


Cash adalah queen dalam bisnis. Gak profit gak apa-apa asalkan ada cash. Profit tentu saja penting, tapi cash lebih penting lagi. Mengapa cash itu penting? karena biaya operasional itu membutuhkan cash. Cash ini yang dinamakan operasional cash...:)

Kalo kemudian berbicara mengenai neraca, uang cash termasuk dalam aktiva (harta/asset). Aktiva itu menambah modal. 

Modal acapkali menjadi alasan seseorang untuk memulai bisnis. Padahal Modal tidaklah ada dalam resep suatu bisnis. Modal adalah bahan bakar suatu bisnis. 

Hal ini juga berlaku untuk usaha perdagangan besar dan kecil.
Jika modalnya sedikit mungkin bisa jadi gak mateng-mateng..namun jika modalnya besar mungkin bisa jadi juga gosong..:)

Salah satu kunci memenangkan pasar bagi peritel adalah dengan menggunakan "tools'" retailing mix.

Ada 6 komponen dalam marketing mix yaitu:

(1) Produk
(2) Promosi (periklanan, publisitas dan hubungan masyarakat)
(3) Tempat/distrubusi (lokasi dan jam)
(4) Harga
(5) Presentasi (tata letak dan suasana)
(6) Personalia (pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi)
Ke-enam hal tersebut diatas adalah hal-hal yang harus dipelajari oleh pebisnis. Pebisnis mau tidak mau harus belajar dan terus belajar supaya bisnisnya terus berkembang dan menjadi besar.


|| SANDAL 10.000 DESAIN, WELCOME FOR AGEN dan RESELLER, MODAL KECIL (MULAI 50rb), TANPA MINIMAL ORDER, PASTI LAKU (Insya ALLAH), 08572 650 9 443 ||